Manusia Sejati Ada,Berarti lalu Pergi

 

Manusia Sejati Ada,Berarti lalu Pergi

   Semua mahluk tak terkecuali batu sekalipun adanya mempunyai arti apalagi manusia.Menjadi manusia haruslah disyukuri dengan segenap rasa dan jiwa. Lahir menatap dunia adalah suatu anugrah indah dari sang maha pencipta.Lalu apa atau bagaimana tindakan yang sepantasnya kita lakukan sebagai manusia?.

   Manusia dengan berbagai ras,suku, bangsa jenis kelamin, strata sosial dan berbagai klasifikasi yang lain adalah sama, sama – sama dilahirkan dan pasti akan mengalami mati. Detik awal kelahiran adalah tanda bermulanya anugrah agung yang bernama kehidupan, disinilah Rabb semesta alam memberikan kesempatan emas pada seluruh mahluknya terutama pada manusia sebagai khalifah di bumi,tuk menjadi permata indah berkilau yang memukau mata siapa saja yang melihatnya adanya diperebutkan oleh semua  sementara hilangnya membawa sesal dan kesedihan, tak peduli lahir dalam keadaan kaya atau miskin,  tampan,cantik atau pas- pasan,berkulit putih atau hitam, atau apapun keadaan-keadaan yang lain.Karena semuanya sama-sama terlahir dalam keaadaan lemah dan menangis, semua berawal dari ketidak berdaya- an. Kesempatan itu mutlaq pada siapapun, itu adalah sebuah pilihan.

   Bemula dari sesuatu yang lemah dan tak berarti, menempa diri menjadi sosok yang berharga, lalu pergi membawa kenangan indah yang melekat di hati banyak orang, atau bermula dari kelemahan dan tak berkesan,lalu hidup menjadi awan hitam bagi masyarakat di sekitarnya dan kemudian pergi meninggalkan jejak buruk di benak banyak orang. Manakah yang akan kita pilih?.

Menjadi Manusia Sejati

Manusia adalah mahkluk istemewa pada hakikatnya, namun bisa saja menjadi mahkluk hina bahkan terhina,melebihi syaitan yang dilaknat sekalipun nuudzu billahi min dzali. Manusia sejati adalah manusia yang mampu memanusiakan dirinya dengan adanya karunia akal dan hati, menjadi manusia yang berperilaku,berakhlak, berbudi pekerti mulia berlandas Al-Qur’an dan Sunnah Rosulullah. Begitulah seharusnya. Apalagi jika mampu memberdayakan akal seoptimal mungkin, dengan menjadi manusia berilmu. Maka dengan adanya kolaborasi akhlak yang mulia dan ilmu yang mendalam akan muncul sosok teladan yang ditunggu siapa saja dan dimana saja. Ilmu saja dapat menjadikan manusia sebagai lentera terang diantara manusia-manusia lain ditengah kegelapan. Sosok hebat seperti Isacc Newton sebagai bapak gaya Gravitasi (1642-1727 M), Galilio Galilei yang menemukan bahwa bumilah yang mengelilingi matahari bukan sebaliknya (1564-1642 M), Albert Einstein dengan teori Relativitasnya (1879-1955 M), Plato (427-347 SM), Alexander Graham Bell (1847-1922 M), Aristoteles(384-322 SM),dan sederet tokoh-tokoh hebat yang lain.

   Mereka semua dengan keilmuannya dipuja- puja dalam sejarah tak luntur oleh masa, sekalipun mereka bukanlah seorang muslim. Lalu bagaimana dengan kita yang telah diberi karunia islam yang mulia ini?. Manusia- manusia berilmu diagungkan di bumi bahkan tanpa adanya agama sekalipun, lalu bagaimana dengan kita? Apabila seorang muslim memiliki ilmu yang luas, bukan hanya didunia ia dimuliakan, langit pun memujinya, bahkan syurga dengan segala keindahannya rindu padanya.

Sosok muslim teladan dalam sejarah

   Alangkah beruntungnya mereka para manusia- mnusia berkualitasdalam sejarah islam ,mereka adalah para manusia sejati yang mengharumkan islam,tentu saja peringkat pertama dari sosok-sosok itu adalah Rosulullah SAW.(50 SH- 12 H /570-632 M), para sahabat yang mulia, sampai para ulama pewaris kanjeng nabi Muhammad SAW.Sebutlah ImamSyafi’i (150-204H/767-820M), Imam Abu Hanifah (80-150H/699-767 M), Imam al-Ghazali (450-505 H/1059-1114 M), Ibnu Arabi(560-638H/165-1240M), dan masih banyak lagi para tokoh panutan muslim  yang penulis tak mampu tuk menyebut kesemuanya. Namun akan kita renungi bersama sejarah singkat hidup salah satu tokoh hebat islam, ialah salah satu imam dalm mazhab syafi’iyah, penulis kitab Riyadus Shalihin al-Imam al-Allamah Abu Zakaria bin Syaraf bin Hizam  an-Nawawi ad-Dimasyqi as-Syafi’iy atau  lebih dikenal dengan sebutan Imam Nawawi. Beliau lahir pada bulan Muharram 631H/1233 M,di desa Nawa dekat kota Demaskus,beliau menghabiskan masa kecilnya didaerah yng tidak kondusif, hidupdimasa kekuasaan islam yang sedang sekarat,pada saat tentara Mongol sedang memperluas invasi militernya di sebelah timur kesultanan Islam, sehingga bentrokan dengan dunia islam menjadi tak terelakkan.

      Syaikh Yusuf as-Zarkasyi menceritakan bahwa dirinya pernah pada suatu hari meihat Nawawi kecil dipaksa bermain oleh teman sebayanya,ia menolak dan menangis karna paksaan itu,karna iba,syaikh lalu membawaNawawi kecil kepada ayahnya dan menasihati sang ayah agar mengarahkan anaknya tuk menuntut ilmu dan berkata bahwa kelak anak ini diharapkan menjadi sosok paling berilmu dan paling zuhud pada masanya serta membawa manfaat yang besar pada umat islam.

      Kegigihan dan Keseriusan Beliau dalam menuntut ilmu sejak Kecil hingga remaja tak pernah menurun, oleh karena itu beliau berhasil meraih decak kagum sekaligus kecintaan gurunyaAbu Ibrahim bin Ishaq al- Maghriby, sehingga menjadikannya sebagai wakilnya di dalam halaqah yang ia pimpinketika berhalangan. Banyak karya yang sang Imam lahirkan dalm bidang hadits Arba’in an-Nawaiyah, Riyadu as- Shalihin,al-Minhaj (syarah  shohih Mulim) juga dlm bidang fiqh: Minhaju at-Thalibin, al-Majmu’(syarh al-Muhaddzab), Roudatu at-Thalibin dan karya- karya beliau lainnya. Banyak pujian dan gelar datang pada beliau tanpa diminta,syaikh Abul Abbas Al-Faraj Berkata:”Syaikh telah berhasil meraih tiga tingkatan Agung, yang mana satu tingakatan saja sangatlah sulit tuk diraih. Tingkatan pertama adalah ilmu yang luas dan mendalam, tingkatan kedua adalah Kezuhudan yg sangat, tingkatan ketiga adalah Keberaniaan dan Keberanian yang mendalam dalam ber Amar Ma’ruf Nahi Mungkar”.Beliau wafat pada tanggal 24 Rajab 676 H/1278 M.Kabar itu seolah membuat seantero Damaskus dan sekitarnya menangisi kepergian beliau.Semoga Allah Mencurahkan rahmat yang luas dan membangkitkan beliau kelak bersama para Nabi,Syuhada, dan shalihin.amien

Pergi dg Kenangan Indah

    Sejarah membuktikan tak ada satupun dari manusia-manusia agung  hidup. tanpa adanya perjuangan , semangat pantang menyerah dan kemampuan mengendalikan diri dari nafsu yang hina,Mereka manusia-manusia pilihan yang hidupnya menjadi “Oksigen” bagi dunia ini.Lalu sebagai salah satu penerima anugrah kehidupan ini,akankah kita mau berhenti tuk brjuang menggapai mimpi-mimpi,setelah melihat betapa indahnya menjadi sosok manusia manusia- sejati, manusia- manusia hebat sepanjang sejarah.

    Masa depan gemilang menunggu tuk direngkuh, inilah saatnya tuk ungkapkan rasa terima kasihyang besar kepada Rabbal Alamin, atas semua kebaikannya termasuk Karunia agung Kehidupan ini,dengan menjadi manusia yang manusiawi, manusia yang bejubah ilmu dan berhias ahklak mulia. Lalu Tampillah Manusia Sejati yang Ada, Membawa arti Lalu pergi membawa kenangan- Kenangan indah bunga Kebaikan.


Komentar